BDGVIBES- Bandung kembali jadi saksi lahirnya ide-ide segar dari generasi muda. Kali ini datang dari mahasiswa Program Studi Digital Public Relations Telkom University yang menggagas sebuah ajang inovatif bertajuk “Re:Act 1.0: Spark For Change”, sebuah kompetisi Corporate Social Responsibility (CSR) yang bukan cuma soal nilai akademik, tapi juga dampak nyata.
Digelar pada 18 Desember 2025 di Aula Manterawu, Gedung Manterawu Telkom University, Re:Act 1.0 menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk menerjemahkan gagasan CSR ke dalam konsep yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Menariknya, acara ini merupakan proyek akhir yang mengintegrasikan tiga mata kuliah sekaligus, yakni Manajemen Acara Kehumasan, Komunikasi Siber, dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.
Lebih dari sekadar kompetisi kampus, Re:Act 1.0 dirancang sebagai simulasi dunia profesional. Mahasiswa tak hanya ditantang untuk kreatif, tetapi juga strategis dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dari Ide di Kelas, Menuju Dampak Nyata
Rangkaian Re:Act 1.0 diawali dengan sosialisasi lomba CSR Communication yang terbuka bagi mahasiswa Digital PR Telkom University. Proses seleksi dilakukan secara ketat oleh juri internal hingga akhirnya terpilih 10 finalis terbaik yang berkesempatan mempresentasikan ide CSR mereka di hadapan praktisi dan pemangku kepentingan pada main event.
Acara puncak dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Dr. Syahriar Sugandi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya ruang belajar yang mampu menjembatani teori dan praktik.
“Inisiatif seperti ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Nuansa acara pun terasa lebih hidup dengan penampilan kebudayaan dari Komunitas Mahasiswa Hindu Telkom University, yang memberi sentuhan inklusif sekaligus memperkaya atmosfer akademik.
Bertemu Praktisi, Mengasah Perspektif
Salah satu daya tarik utama Re:Act 1.0 adalah kehadiran para pakar di bidang komunikasi, keberlanjutan, dan kehumasan yang berperan sebagai narasumber sekaligus dewan juri utama. Mereka adalah:
•Dr. Rio Zakarias (Founder & Director Social Impact.id)
•Pinto Budi Bowo, S.E., M.M. (Manager Communication, Relations, & CID PT Pertamina EP)
•Dr. Indra Ardiyanto (Ketua BPC Perhumas Bandung)
Ketiganya memberikan penilaian mendalam terhadap ide-ide yang dipresentasikan, mulai dari relevansi isu, kekuatan strategi komunikasi, hingga potensi implementasi di dunia nyata.
Tak berhenti di situ, sesi panel juga menghadirkan berbagai mitra lintas sektor yang memperkaya diskusi dan sudut pandang mahasiswa. Di antaranya perwakilan dari PT Telkom Indonesia, PT JNE Indonesia, PT Petronas, Disparbud Jawa Barat, Sahabat Pedalaman, SDGs Center Telkom University, PT Pegadaian, hingga T-Care.
Interaksi langsung dengan praktisi ini menjadi pengalaman berharga bagi para finalis—bukan hanya untuk diuji, tetapi juga untuk belajar dan membangun jejaring profesional sejak dini.
Mempersiapkan PR Muda yang Relevan dan Berdampak
Melalui Re:Act 1.0, mahasiswa Digital PR Telkom University diajak memahami bahwa CSR bukan sekadar program seremonial, melainkan strategi komunikasi yang membutuhkan empati, riset, dan keberlanjutan.
Ajang ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Digital Public Relations Telkom University dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman—mereka yang tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga siap terjun dan memberi kontribusi positif bagi industri serta masyarakat.
Di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, Re:Act 1.0 menjadi bukti bahwa ide perubahan bisa lahir dari bangku kuliah, selama diberi ruang untuk tumbuh dan diuji secara nyata. (*)
