Kalender Event

No Events

Anak Muda Mulai Pikirin Haji? BPKH Insight di Kampus UPI Bandung Buktikan Bisa Dimulai dari Sekarang

BDGVIBES— Bandung makin produktif, bukan cuma soal nongkrong dan karier, tapi juga mulai mikirin masa depan spiritual.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menghadirkan program edukatif lewat BPKH Insight, yang kali ini digelar di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Nggak tanggung-tanggung, sekitar 500 mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika ikut meramaikan acara yang mengangkat isu penting: literasi keuangan haji untuk generasi muda.

Di tengah gaya hidup anak muda yang dinamis, topik haji mungkin terdengar “jauh”. Tapi justru di sinilah BPKH ingin menggeser perspektif—bahwa merencanakan ibadah haji bukan sesuatu yang harus menunggu usia mapan.

Dekan Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI, Ratih Hurriyati, menilai kolaborasi seperti ini jadi langkah penting dalam membangun kesadaran sejak dini.

“Kami menyambut baik kolaborasi antara kampus dan BPKH dalam meningkatkan literasi keuangan haji di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk mulai merencanakan ibadah haji sejak dini sebagai bagian dari visi hidup mereka,” ujar Ratih.

Bukan sekadar seminar biasa, BPKH Insight juga membuka perspektif soal bagaimana dana haji dikelola secara profesional dan sesuai prinsip syariah.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menegaskan bahwa transparansi dan keberlanjutan menjadi kunci utama.

“Melalui BPKH Insight, kami ingin memperkuat pemahaman generasi muda bahwa pengelolaan keuangan haji dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Dana haji dikelola melalui instrumen investasi syariah yang aman dan produktif untuk memberikan nilai manfaat optimal bagi jemaah,” jelas Harry.

Menariknya, acara ini juga dikemas lebih santai lewat talkshow inspiratif yang menghadirkan Ustadz Handy Bonny dan perencana keuangan Aidil Akbar. Keduanya mengajak mahasiswa melihat haji dari dua sisi: spiritual dan finansial.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Handy Bonny mengingatkan bahwa perjalanan haji selalu dimulai dari niat.

“Haji bukan hanya tentang kemampuan, tapi juga tentang kesiapan hati dan niat. Anak muda perlu mulai menanamkan keinginan berhaji sejak sekarang, karena semakin dini dipersiapkan, semakin besar peluang untuk segera memenuhi panggilan Allah,” ungkapnya.

Sementara itu, Aidil Akbar membumi dengan pendekatan finansial yang relevan dengan kehidupan anak muda saat ini.

“Perencanaan haji adalah bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan strategi yang tepat, mulai dari menabung hingga memilih instrumen yang sesuai, generasi muda bisa mempersiapkan haji tanpa harus menunggu mapan terlebih dahulu,” jelasnya.

Format acara yang interaktif, mulai dari seminar, talkshow, hingga diskusi ini membuat suasana terasa hidup. Mahasiswa pun aktif bertanya, mulai dari cara memulai tabungan haji hingga strategi investasi syariah yang realistis untuk usia muda.

Lewat BPKH Insight, satu pesan terasa kuat: merencanakan haji bukan soal “nanti”, tapi soal kapan mulai. Dan bagi generasi muda Bandung, jawabannya bisa jadi—sekarang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *